INSELEB.COM - Satu dekade setelah perceraiannya dengan Ben Kasyafani, Marshanda akhirnya membuka sisi paling rapuh dari keputusan besar yang pernah ia ambil dalam hidupnya.
Aktris yang akrab disapa Caca itu mengungkap ketakutan terbesarnya terkait pilihan masa lalu, yakni tidak memperjuangkan hak asuh putrinya, Sienna Ameerah Kasyafani.
Pada masa perceraian, hak asuh Sienna jatuh ke tangan Ben Kasyafani.
Marshanda memilih menerima putusan tersebut tanpa mengajukan banding, sebuah keputusan yang bahkan ditentang oleh kuasa hukumnya saat itu.
Peringatan sang pengacara terus terngiang di benaknya selama bertahun-tahun.
“Ca, kalau kamu sekarang nggak naik banding, suatu hari nanti Sienna akan datang ke kamu dan dia akan marah. Dia akan bilang dia kecewa sama kamu karena nggak berjuang lebih keras untuk memenangkan hak asuh,” ujar Marshanda,dikutip dari unggahan Instagram @marshanda99.
Meski dihantui rasa takut akan penyesalan di masa depan, Marshanda tetap berpegang pada keyakinannya.
Ia memilih jalan damai dengan mantan suaminya demi menjaga kesehatan mental sang anak.
Baginya, konflik berkepanjangan hanya akan meninggalkan luka yang lebih dalam bagi Sienna.
Caca mengaku keputusan itu diambil dengan penuh keyakinan spiritual. Ia tidak ingin putrinya tumbuh dengan kenangan pahit tentang pertengkaran orang tua.
Prinsip itulah yang membuatnya mengesampingkan keinginan untuk bertarung di meja hukum.
“Aku memilih untuk tetap percaya sepenuhnya sama Tuhan. Aku nggak mau berantem, nggak mau berperang lebih jauh, dan menciptakan memori di kepala Sienna bahwa ayah dan ibunya bertengkar saat dia kecil. Aku nggak mau itu. Itu alasan aku nggak memperjuangkan hak asuh,” tutur Marshanda.
Bertahun-tahun kemudian, ketakutan itu akhirnya diuji. Marshanda memberanikan diri bertanya langsung kepada Sienna tentang perasaannya selama ini.
Jawaban sang putri justru menjadi momen yang sangat emosional dan menenangkan bagi dirinya.