INSELEB.COM - Isyana Sarasvati kembali menjadi perbincangan setelah konsep visual dan musik untuk bab terakhir proyek EKLEKTIKO, yakni ABADHI yang menuai beragam tafsir di media sosial.
Perdebatan itu mencuat setelah materi promosi ABADHI menampilkan nuansa merah gelap, api, dan simbol mata satu yang kemudian dikaitkan sebagian warganet dengan hal di luar konteks artistik karya tersebut.
ABADHI merupakan chapter terakhir dari rangkaian EKLEKTIKO, sementara single “Babel” dirilis pada 6 Februari 2026 sebagai pembukanya.
Di tengah sorotan itu, suami Isyana, Rayhan Maditra, diduga merespons melalui unggahan di Threads.
Ia menyinggung bagaimana karya yang lahir dari kejujuran seorang musisi kadang justru dipahami secara jauh berbeda oleh publik.
“Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda. Sering kali asumsi datang lebih cepat daripada untuk memahami,” tulisnya.
a juga menambahkan doa agar semua pihak dijauhkan dari fitnah di bulan suci.
Unggahan tersebut dibaca luas sebagai pembelaan terhadap Isyana, yang belakangan kembali diseret ke tudingan miring terkait simbol visual dalam proyek terbarunya.
Sampai saat ini, tidak ada pernyataan yang menunjukkan bahwa konsep ABADHI dibuat untuk mendukung tafsir negatif yang beredar.
Yang sudah dijelaskan dalam materi promosi justru sebaliknya, yakni ABADHI diposisikan sebagai bab penutup dari perjalanan musikal dan personal Isyana dalam proyek EKLEKTIKO.
Sorotan terhadap perubahan arah musikal Isyana sebenarnya bukan hal baru. Sejak album Lexicon pada 2019, ia memang bergerak menjauh dari pop arus utama menuju wilayah yang lebih progresif, teatrikal, dan berat secara konsep.
Dalam wawancara terdahulu, Isyana juga pernah menjelaskan bahwa eksplorasi progressive rock adalah bagian dari keinginannya keluar dari zona nyaman dan menunjukkan sisi musikal yang lebih jujur.
Oleh karena itu, respons Rayhan dapat dibaca sebagai penegasan bahwa perubahan konsep Isyana bukan sesuatu yang muncul tiba tiba, melainkan kelanjutan dari perjalanan artistik yang sudah ia bangun selama beberapa tahun terakhir.
Ketika karya yang personal dan simbolik dibaca secara serampangan, reaksi publik memang bisa bergeser dari diskusi seni menjadi spekulasi.