INSELEB.COM - Belakangan ini, lagu berbahasa daerah dari kawasan timur Indonesia kembali mencuri perhatian publik di media sosial.
Salah satu yang paling mencolok adalah “Ngapain Repot”. Sebuah hasil kolaborasi antara Toton Caribo, Freshly, dan Wizz Baker yang resmi dirilis pada tahun 2025.
Lagu ini viral berkat potongan liriknya yang ikonik: “di Inggris, di Paris, di Jerman”, yang ramai digunakan di berbagai video TikTok.
Berikut adalah beberapa fakta menarik lagu "Ngapain Repot" yang tengah viral di tiktok.
1. Makna Lagu yang Santai tapi Mengena
Meski dibalut nada yang ringan dan mengundang joget, “Ngapain Repot” sebenarnya mengandung pesan romantis yang cukup serius.
Melalui lagu ini, sang penyanyi mengajak pasangannya untuk tidak terlalu banyak berpikir rumit soal cinta.
Ia ingin menunjukkan kesungguhan hatinya, apakah ingin menikah tanpa basa-basi atau mimpi muluk soal bulan madu ke luar negeri.
Dengan irama yang ceria, pesan cinta yang sederhana itu justru terasa lebih tulus dan hangat.
2. Proses Panjang di Balik Lagu
Kisah di balik lagu ini pun tak kalah menarik. “Ngapain Repot” merupakan hasil karya Toton Caribo Batkormbawa dan Wizz Baker.
Dalam sebuah wawancara di acara Rumpi Trans TV, Toton menceritakan bahwa proses kreatifnya sudah dimulai sejak 2009. Ia bahkan rela menggunakan uang kuliah untuk membiayai produksinya.
Walau butuh waktu bertahun-tahun, lagu ini akhirnya meledak di publik lebih dari satu dekade kemudian. Sebelumnya, Toton juga sempat dikenal lewat lagu “Bola-bola”.
3. Jadi Fenomena di TikTok