Ia bertahan bukan karena rasa kehilangan itu sirna, melainkan karena masih ada banyak hal dalam hidup yang perlu ia jaga.
“Aku tidak runtuh. Bukan karena aku tidak merasakan kehadiranmu, tapi karena masih banyak hal yang harus aku jaga. Jadi aku bertahan, menyimpan beban itu dengan hati-hati, lalu melanjutkan hidup," katanya.
Dalam refleksi berikutnya, Najwa mengungkapkan bahwa proses kehilangan telah membentuk dirinya menjadi sosok yang berbeda.
Ia merasa kini melangkah dengan ketenangan dan kekuatan yang baru.
“Aku berharap kamu akan mengenaliku dalam versi diriku yang sekarang, lebih tenang, lebih terukur, tapi tetap melangkah maju dengan pusat kekuatan yang berbeda.” harapnya.
Menutup unggahan tersebut, Najwa menegaskan bahwa kenangan tentang Ibrahim akan selalu ia bawa dalam hidupnya, tanpa perlu dipertontonkan kepada siapa pun.
“Aku menjaga apa yang memang harus dijaga. Aku membawa kamu dalam hidupku. Keduanya, tanpa perlu ditunjukkan ke siapa pun. Selalu.” tutupnya.
Sebagai informasi, Ibrahim Sjarief Assegaf meninggal dunia pada 20 Mei 2025 akibat sakit stroke. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi Najwa Shihab dan keluarga.
Lewat unggahan ini, Najwa Shihab memperlihatkan bagaimana ia menjalani fase hidup setelah kehilangan.
Tetap melangkah, menjaga kenangan, dan menata hidup dengan kekuatan yang lahir dari cinta dan keteguhan hati.
*)Peserta Magang Kemnaker Batch 1